Saturday, January 24, 2026

PENGERTIAN, GEJALA DAN PENCEGAHAN PENYAKIT AIN


 
Apa Itu Penyakit Ain?

​Secara bahasa, Al-Ain berasal dari kata ana-yainu yang berarti "mata". Secara istilah, ia didefinisikan sebagai pengaruh buruk yang menimpa seseorang melalui pandangan mata orang lain yang merasa iri atau terlalu kagum.

Penyakit Ain (Pandangan Mata) adalah sebuah fenomena yang diyakini secara mendalam dalam tradisi Islam dan kebudayaan Timur. Secara ringkas, Ain adalah kondisi medis atau psikologis yang disebabkan oleh pandangan mata seseorang yang disertai rasa iri, dengki, atau bahkan kekaguman yang berlebihan tanpa mengingat Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

​"Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, maka ainlah yang dapat mendahuluinya." (HR. Muslim)

Sumber Penyakit Ain

​Ada dua sumber utama munculnya Ain:

​Pandangan Hasad (Iri Dengki): Seseorang melihat nikmat orang lain dengan rasa tidak suka dan berharap nikmat tersebut hilang.

​Pandangan Kagum (I’jab): Seseorang melihat sesuatu yang sangat bagus namun lupa mengucap doa atau memuji Allah (Tabarakallah), sehingga setan ikut berperan dalam pandangan tersebut.

Gejala Penyakit Ain

​Gejala Ain seringkali sulit didiagnosis secara medis karena kemunculannya yang tiba-tiba tanpa sebab fisik yang jelas. Beberapa ciri yang sering muncul meliputi:

​Gejala Fisik: Sakit kepala yang berpindah-pindah, pucat di wajah, sering berkeringat, sesak napas, hingga nyeri di area punggung atau bahu bawah.

​Gejala Psikis: Merasa sedih yang mendalam tanpa alasan, jantung berdebar kencang, sulit berkonsentrasi, atau rasa malas yang luar biasa untuk beribadah dan beraktivitas.

​Kejadian Tak Terduga: Barang yang tiba-tiba rusak, anak kecil yang menangis terus-menerus secara tidak wajar, atau kegagalan bisnis yang terjadi secara mendadak tanpa pola yang logis.

Cara Mengobati Penyakit Ain

​Dalam Islam, pengobatan Ain dilakukan melalui jalur syar'i tanpa menggunakan jimat atau bantuan dukun.

​Jika Pelaku Diketahui

​Jika kita tahu siapa yang menyebabkan Ain, maka orang tersebut diminta untuk berwudu atau mandi, kemudian air bekas basuhannya disiramkan ke punggung orang yang terkena Ain dari arah belakang.

​Jika Pelaku Tidak Diketahui (Ruqyah Mandiri)

​Bacakan ayat-ayat perlindungan pada diri sendiri atau orang yang sakit:

​Surah Al-Fatihah

​Ayat Kursi

​Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas

​Doa Rasulullah: "U’idzukuma bikalimatillahit tammah, min kulli syaithanin wa hammah, wa min kulli ‘ainin lammah." (Aku berlindung untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan mata yang jahat).

Cara Mencegah Penyakit Ain

​Mencegah lebih baik daripada mengobati. Mencegah penyakit ain sebenarnya sangat berkaitan dengan cara kita mengelola spiritualitas dan cara berkomunikasi (baik di dunia nyata maupun media sosial). Karena ain bisa datang dari orang yang benci maupun orang yang kagum, pencegahannya pun harus dua arah. Berikut langkah praktis untuk melindungi diri dan keluarga:

- Zikir Pagi & Petang, Membentengi diri dengan doa rutin setiap harinya.

- Puji Allah, Biasakan mengucap "Masya Allah Tabarakallah" saat melihat keindahan.

- Hindari Flexing, Tidak memamerkan nikmat (anak, harta, kebahagiaan) secara berlebihan di media sosial.

- Tawakal, Menanamkan keyakinan bahwa tidak ada yang bisa memberi celaka tanpa izin Allah.

Kesimpulan

​Penyakit Ain bukanlah sekadar mitos, melainkan realitas yang diakui dalam agama. Kuncinya bukan pada rasa takut yang berlebihan kepada pandangan orang lain, melainkan pada kekuatan perlindungan kita kepada Sang Pencipta. Tetaplah rendah hati dan jangan lupa untuk selalu melibatkan Allah dalam setiap pencapaian kita.



Labels: ,

PENGERTIAN, GEJALA DAN CARA PENANGANAN MANDIRI PENYAKIT ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT)

 


Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga kantong paru-paru (alveoli). Istilah "akut" merujuk pada kondisi yang terjadi secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung tidak lebih dari 14 hari.

1. Klasifikasi ISPA Berdasarkan Lokasi

​Secara medis, ISPA dibagi menjadi dua kategori utama tergantung pada area yang terinfeksi:

A. ISPA Atas (Upper Respiratory Tract Infections - URTI)

​Menyerang bagian di atas laring (pangkal tenggorokan). Penyakit yang termasuk kategori ini antara lain:

​Common Cold (Batuk Pilek): Infeksi paling ringan namun paling sering terjadi.

​Sinusitis: Peradangan pada rongga sinus di sekitar hidung.

​Faringitis: Radang tenggorokan (sering disebut panas dalam).

​Laringitis: Peradangan pada pita suara yang menyebabkan suara serak.

B. ISPA Bawah (Lower Respiratory Tract Infections - LRTI)

​Menyerang bagian paru-paru dan saluran udara utama. Ini biasanya lebih serius:

​Bronkhitis: Peradangan pada saluran bronkus.

​Pneumonia: Infeksi yang menyebabkan kantong udara (alveoli) di paru-paru meradang dan berisi cairan atau nanah.

​2. Penyebab ISPA

​ISPA paling sering disebabkan oleh mikroorganisme yang menyebar melalui udara (droplet) saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

​Virus: Penyebab paling umum. Contohnya adalah Rhinovirus, Coronavirus, Adenovirus, dan virus Influenza.

​Bakteri: Seperti Streptococcus pneumoniae atau Staphylococcus aureus.

​Faktor Lingkungan: Polusi udara, asap rokok, dan kelembapan udara yang ekstrem dapat memperburuk kondisi atau meningkatkan risiko infeksi.

3. Gejala Umum

​Gejala dapat bervariasi tergantung pada apakah infeksi terjadi di saluran atas (hidung, tenggorokan) atau saluran bawah (paru-paru).

​- Gejala pada Saluran Pernapasan

​Ini adalah gejala yang paling sering dirasakan dan langsung berkaitan dengan organ pernapasan:

​Batuk: Bisa berupa batuk kering maupun batuk berdahak.

​Hidung Tersumbat atau Pilek: Keluarnya lendir (ingus) dan rasa mampet di hidung.

​Sakit Tenggorokan: Rasa nyeri, gatal, atau perih, terutama saat menelan.

​Bersin-bersin: Reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan iritan dari hidung.

​Sesak Napas: Terjadi jika infeksi sudah mulai mengganggu pertukaran oksigen di paru-paru.

- Gejala Sistemik (Seluruh Tubuh)

​Karena tubuh sedang berperang melawan infeksi, muncul gejala yang memengaruhi kondisi fisik secara keseluruhan:

​Demam: Suhu tubuh meningkat (biasanya di atas 38°C).

​Nyeri Otot dan Sendi: Tubuh terasa pegal-pegal dan linu.

​Sakit Kepala: Sering menyertai demam atau karena tekanan pada sinus.

​Kelelahan (Malaise): Rasa lemas yang luar biasa dan tidak bersemangat.

​Penurunan Nafsu Makan: Sering terjadi karena indra penciuman terganggu atau tenggorokan sakit.

Penanganan mandiri

Penanganan mandiri di rumah bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan mempercepat proses pemulihan sistem imun. Sebagian besar kasus ISPA yang disebabkan oleh virus dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease) asalkan tubuh mendapatkan dukungan yang tepat.

​Berikut adalah langkah-langkah penanganan mandiri yang bisa Anda lakukan:

- Istirahat Total (Bed Rest)

​Istirahat adalah kunci utama. Saat Anda tidur, energi tubuh dialokasikan sepenuhnya untuk sistem kekebalan tubuh guna melawan virus atau bakteri. Hindari aktivitas fisik berat hingga demam mereda dan energi pulih.

- Hidrasi dan Nutrisi

​Minum Air Hangat: Air putih hangat, teh jahe, atau kaldu sup sangat efektif untuk mengencerkan lendir/dahak dan menjaga tenggorokan tetap lembap.

​Target Cairan: Minimal 2 liter per hari untuk mencegah dehidrasi, terutama jika Anda sedang demam.

​Konsumsi Vitamin C dan Zinc: Makan buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, atau kiwi untuk memperkuat dinding sel saluran pernapasan.

- Redakan Gejala Tenggorokan dan Hidung

​Gargle (Berkumur) Air Garam: Campurkan 1/2 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Berkumurlah di pangkal tenggorokan selama 30 detik untuk mengurangi peradangan dan membunuh kuman.

​Irigasi Hidung: Gunakan larutan saline (cairan infus steril) atau semprotan hidung yang dijual bebas untuk membersihkan saluran hidung dari lendir dan kuman.

​Uap Air Panas: Hirup uap dari mangkuk berisi air panas (bisa ditambah minyak kayu putih) untuk melegakan hidung tersumbat.

kesimpulan, 

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah kondisi yang sangat umum namun memerlukan penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia.

Labels: ,

Thursday, January 22, 2026

PENGERTIAN, PENCEGAHAN DAN PENANGANAN SUPER FLU

 


Membongkar Mitos dan Fakta "Super Flu": Ancaman Nyata atau Sekadar Istilah Media?

    Setiap beberapa tahun, ketika musim dingin melanda belahan bumi utara atau musim pancaroba tiba di daerah tropis, berita utama media sering kali dihiasi dengan istilah yang menakutkan: "Super Flu". Istilah ini membangkitkan gambaran tentang virus yang tak terkalahkan, rumah sakit yang kewalahan, dan penyakit yang jauh lebih parah daripada "sekadar flu". Namun, apa sebenarnya "Super Flu" itu? Apakah ini istilah medis resmi, atau hanya cara untuk menggambarkan musim influenza yang sangat buruk?

    Artikel ini akan mengupas tuntas fenomena "Super Flu", membedah sains di baliknya, meninjau sejarah pandemi, dan memberikan panduan praktis untuk menghadapinya.

1. Definisi: Apa yang Dimaksud dengan "Super Flu"?

Penting untuk dipahami sejak awal: "Super Flu" bukanlah istilah medis atau virologi resmi. Anda tidak akan menemukannya dalam buku teks kedokteran sebagai diagnosis spesifik. Sebaliknya, ini adalah istilah awam atau media yang digunakan untuk menggambarkan situasi influenza yang dianggap di luar kebiasaan. Penggunaan istilah ini biasanya merujuk pada salah satu dari tiga skenario berikut:

A. Musim Flu Musiman yang Sangat Parah

Ini adalah penggunaan paling umum. Influenza datang setiap tahun (flu musiman), tetapi tingkat keparahannya bervariasi. Suatu musim disebut "Super Flu" jika:

 - Virus yang beredar adalah jenis yang lebih ganas (virulen), menyebabkan gejala yang lebih parah dan tingkat rawat inap yang lebih tinggi.

  -Vaksin flu tahun tersebut kurang cocok dengan virus yang beredar di masyarakat.

  -Banyak orang jatuh sakit secara bersamaan, membebani sistem kesehatan.

B. Munculnya Strain Pandemi Baru

Ini adalah skenario yang paling ditakuti. Ini terjadi ketika jenis virus influenza A baru muncul, yang sangat berbeda dari strain yang beredar sebelumnya. Karena hampir tidak ada manusia yang memiliki kekebalan terhadap virus baru ini, ia menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan dapat menyebabkan penyakit yang sangat parah. Contoh historisnya adalah Flu Spanyol 1918 atau Flu Babi 2009.

C. Resistensi Obat (Jarang)

Terkadang, istilah ini digunakan untuk merujuk pada strain virus influenza yang telah bermutasi sehingga kebal terhadap obat antivirus standar seperti oseltamivir (Tamiflu).


2. Sains di Balik Layar: Mengapa Influenza Bisa Menjadi "Super"?

Mengapa kita bisa terkena flu berulang kali, dan mengapa beberapa tahun lebih buruk dari tahun lainnya? Jawabannya terletak pada sifat alami virus influenza yang terus berubah.

Virus influenza adalah ahli penyamaran. Ada dua mekanisme utama perubahan virus ini:

A. Antigenic Drift (Pergeseran Kecil)

Ini terjadi terus-menerus. Virus influenza membuat kesalahan kecil saat menyalin dirinya sendiri. Akibatnya, "penampilan" luar virus (protein permukaan) sedikit berubah dari tahun ke tahun. Sistem kekebalan tubuh Anda mungkin masih mengenali sebagian virus, tetapi tidak sepenuhnya. Inilah sebabnya mengapa kita memerlukan vaksin flu baru setiap tahun untuk mengejar perubahan kecil ini. 

 B. Antigenic Shift (Pergeseran Besar)

Ini jarang terjadi, tetapi inilah yang menciptakan pandemi "Super Flu" yang sebenarnya. Ini terjadi ketika dua virus influenza yang berbeda (misalnya, satu dari manusia dan satu dari burung atau babi) menginfeksi sel yang sama dan bertukar materi genetik.

Hasilnya adalah virus "Frankenstein" baru dengan protein permukaan yang sama sekali baru. Sistem kekebalan manusia tidak memiliki pengenalan sama sekali terhadap virus ini. Jika virus baru ini dapat menyebar dengan mudah antar manusia, pandemi global dapat terjadi.

3. Gejala: Membedakan Flu Biasa dan yang Parah

Banyak orang salah mengira pilek parah (common cold) sebagai flu. Influenza jauh lebih intens. Gejala "Super Flu" atau flu yang parah pada dasarnya sama dengan flu biasa, tetapi intensitasnya lebih tinggi dan risikonya lebih besar.

Gejala Khas Influenza (Muncul Tiba-tiba):

  -Demam tinggi mendadak (sering >38°C).

  -Nyeri otot dan sendi yang hebat (badan terasa remuk).

  -Kelelahan ekstrem (bisa berlangsung berminggu-minggu).

  -Batuk kering yang parah.

  -Sakit kepala.

  -Sakit tenggorokan.

Tanda Bahaya (Red Flags) yang Menunjukkan "Super Flu" atau Komplikasi:

 Jika Anda mengalami gejala berikut, segera cari pertolongan medis darurat:

  -Kesulitan bernapas atau napas pendek.

  -Nyeri atau tekanan terus-menerus di dada atau perut.

  -Pusing tiba-tiba atau kebingungan mental.

  -Muntah yang parah atau terus-menerus.

  -Gejala flu yang membaik, lalu kembali lagi dengan demam dan batuk yang lebih parah (tanda pneumonia sekunder).

  -Pada anak-anak: Kulit kebiruan, tidak mau minum, sangat rewel, atau demam disertai ruam.

4. Pencegahan dan Penanganan: Melawan "Super Flu"

Menghadapi ancaman flu yang parah memerlukan pendekatan proaktif.

Pencegahan (Pertahanan Terbaik) ialah :

  -Vaksinasi Tahunan: Ini adalah alat paling penting. Meskipun vaksin flu tidak 100% efektif (efektivitas bervariasi dari tahun ke tahun, biasanya 40-60%), vaksinasi secara signifikan mengurangi risiko penyakit parah, rawat inap, dan kematian—bahkan jika Anda masih tertular flu.

   -Kebersihan Tangan: Cuci tangan dengan sabun dan air secara teratur, atau gunakan pembersih tangan berbasis alkohol. Virus flu menyebar melalui droplet di udara dan permukaan yang terkontaminasi.

  -Etika Batuk dan Bersin: Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin.

  -Hindari Kontak: Jauhi orang sakit. Jika Anda sakit, tinggallah di rumah setidaknya 24 jam setelah demam reda tanpa obat penurun panas.

Penanganan dan Pengobatan

  -Obat Antivirus: Ada obat resep (seperti oseltamivir/Tamiflu, zanamivir, baloxavir) yang dapat melawan virus influenza. Obat ini paling efektif jika diminum dalam waktu 48 jam pertama setelah gejala muncul. Mereka dapat mempersingkat durasi penyakit dan mengurangi risiko komplikasi parah. Obat ini biasanya diprioritaskan untuk kelompok berisiko tinggi.

  -Perawatan Suportif: Untuk kebanyakan orang, istirahat total, minum banyak cairan, dan obat penurun panas/pereda nyeri (seperti parasetamol atau ibuprofen) adalah kunci pemulihan.

  -Antibiotik TIDAK Bekerja: Antibiotik hanya membunuh bakteri, bukan virus. Antibiotik hanya digunakan jika terjadi komplikasi pneumonia bakteri sekunder.

Kesimpulan

"Super Flu" mungkin bukan istilah ilmiah, tetapi ancaman yang digambarkannya influenza yang parah, meluas, dan mematikan adalah sangat nyata. Baik itu musim flu tahunan yang buruk akibat strain H3N2 yang ganas, atau ancaman pandemi baru di masa depan, influenza adalah virus yang harus dihormati, bukan ditakuti secara irasional.

Dengan memahami cara kerja virus ini, mengenali tanda bahaya, dan yang terpenting, memanfaatkan vaksinasi tahunan, kita dapat mempersiapkan diri menghadapi kedatangan "Super Flu" berikutnya dengan lebih baik.

Labels: ,

Wednesday, April 8, 2020

GEJALA, PENYEBAB, DAN CARA MENCEGAH BELL'S PALSY




PENGERTIAN
mayoritas masyarakat Indonesia masih awam dengan apa itu penyakit Bell’s Palsy, kata Bell’s Palsy sendiri diambil dari nama seorang dokter dari abad 19, Sir Charles Bell, orang pertama yang menjelaskan kondisi kelainan pada saraf wajah ini. Bell’s Palsy merupakan kelainan yang terjadi di saraf nomor 7 tapi atau suatu kondisi dimana seseorang seperti terserang stroke ringan walaupun tidak sama persis. penyakit yang menyerang saraf wajah hingga mengakibatkan kelumpuhan otot pada sebagian sisi wajah penderitanya. Terjadinya disfungsi saraf VII otot di wajah dan sifatnya hanya sementara. Penderita Bell’s Palsy akan mengalami peradangan pada saraf wajah, kelumpuhan pada sebagian sisi wajah penderitanya ditandai dengan kesulitan menggerakan sebagian otot wajah, contohnya tidak bias menggerakan alis mata, meniup, kesulitan berkedip, mengunyah makanan, minum, dan kesulitan menutup mata. Kondisi yang sering diduga stroke ini mengakibatkan terkulainya otot-otot wajah, nyeri disekitar telinga, berkedut, lemah, dan peningkatan sensivitas telinga terhadap suara, berbeda dengan stroke yang dapat mengakibatkan kelumpuhan hingga sraf kaki serta tangan. Selain itu, Bell’s Palsy menyumbang 60% hingga 75% dari kasus kelumpuhan wajah akut dan sebanyak 63% terjadi dibagian sisi kanan wajah.
BEBERAPA GEJALA
Gejala paling khas dari Bell’s Palsy yaitu kelumpuhan saraf pada salah satu sisi wajah. gejala penyakit ini pada umumnya muncul secara mendadak dan biasanya muncul pertama kali pada pagi hari. Saat seseorang bangun tidur dan mendapati bahwa salah satu sisi wajahnya tidak dapat bergerak, menyebabkan bibir dan wajah tidak simetris, alis mencong, menyerupai gejala stroke. Berikut gejala-gejala pada saat saraf wajah mengalami Bell’s Palsy diantaranya :
— Kasulitan mengekspresikan wajah
— Kesulitan mengunyah makanan dan ngumpul di sisi yang sakit
— Indra perasa berubah
— Kesulitan menutup salah satu kelopak mata disisi yang sakit
— Rasa sakit di depan atau di belakang telinga serta sakit kepala di sisi yang sakit atau nyeri pada rahang
— Telinga yang terpengaruh bisa mengakibatkan sensitivitas terhadap suara
— Iritasi pada mata karena tidak berkedip dan mengeluarkan air mata
— Salah satu sisi mulut mencong ke bawah seperti orang terserang stroke
Ada beberapa hal yang dapat mengindikasikan adanya kelainan saraf pada wajah anda. Namun, penting untuk dicacat bahwa tingkat kelumpuhan saraf ini mayoritas berbeda-beda tergantung pada kerusakan yang ditimbulkan oleh saraf yang ada di kepala atau dalam dunia medis saraf kranial. Gambaran kecilnya mungkin anad mulai merasa sulit untuk tersenyum lebar dan memindahkan pipi.
FAKTOR PENYEBAB
Meskipun penyebab penyakit ini belum dapat dipastikan penyebab utama dari kelumpuhan wajah ini. Namun, sebagian ahli menduga selain pendingin ruangan, penyebab dari kondisi kelumpuhan wajah ini adalah virus. “Kebanyakan orang memperolehnya sesudah mereka keluar dari tempat yang panas atau hangat sebagai contoh seperti keluar dari shower air panas ke tempat yang bersuhu dingin yang ber AC tinggi. Perubahan suhu yang tiba-tiba seperti ini bisa mengakibatkan aktivitas virus laten pada seseorang dan mengakibatkan masalah”, jelas Caesar Zahka, konsultan ahli saraf. Beberapa virus yang telah dikaitkan dengan Bell’s Palsy diantaranya adalah :
»        Penyakit tangan-kaki-dan-mulut (Coxsackievirus)
»        Influena B
»        Virus herpes zoster dan cacar air
»        Mumps virus
»        Sitomegalovirus
»        Virus herpes genital dan Coldsores
»        Virus EBV atau Epstein-Barr, bertanggung jawab atas mononucleosis
PENCEGAHAN
Dari berbagai sumber menyarankan supaya menghindari stress fisik dan lingkungan. Stress fisik yaitu kelelahan organ tubuh yang melampaui batas daya tahan tubuh dan stress lingkungan sendiri dapat berupa hembusan udara dingin. Angina yang masuk ke tengkorak menyebabkan saraf disekitar wajah sembab lalu membesar. Pembengkakan saraf nomor VII itu membuat pasokan darah ke sel saraf tersebut terhenti, yang mengakibatkan kematian sel, dan akhirnya mengganggu hantaran saraf impuls. Upaya-upaya yang dapat dialkukan guna mencegah terserang Bell’s Palsy antara lain :
Ä  Jangan menggunakan kipas angin tepat pada wajah. Apabila terpaksa tidur menyalakan kipas angina. Upayakan tidak tepat berada di bawah kipas angin yang terpasang di langit-langit kama, dan gunakan kecepatan rendah ketiak kipas dinyalakan.
Ä  Jangan langsung mencuci wajah atau mandi dengan air dingin sesudah berolah raga berat, tidak baik untuk kesehatan kulit saraf dan jantung. Jika sering pulang larut malam atau lembur jangan mandi dengan air dingin.
Ä  Ketika berkendara motor jangan lupa menutup kaca penutupnya dan jangan lupa selalu kenakan masker supaya angin tidak mengenai wajah dan jangan biarkan  ada angin yang menampar-nampar wajah.
Ä  Cuci pakaian hingga bersih dan pastikan kering merata sebab virus berada pada tempat yang lembab
Ä  Mengkonsumsi makanan bergizi yang mengandung banyak vitamin contohnya buah-buahan dan sayuran segar
Ä  Terapkan pola hidup sehat salah satunya dengan istirahat yang cukup serta tidur yang teratur dan jagalah kebersihan lingungan.

Segera periksa ke dokter ketika anda mendapati gejala-gejala tersebut diatas guna memastikan kondisi anda.
Sekian artikel ini saya buat jika terdapat kekurangan dan kesalahan saya mohon maaf.


Friday, March 27, 2020

JENIS, PENYEBAB DAN CARA MENCEGAH PENYAKIT KUNING



Tentunya masyarakat Indonesia pada umumnya sudah tidak asing lagi dengan istilah penyakit kuning, penyakit kuning itu sendiri yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan menguningnya kulit, sklera atau bagian putih dari mata, serta membran mukosa hidung dan mulut akibat penumpukan bilirubin di dalam darah dan jaringan-jaringan tubuh lainnya. Tanda atau gejala lainnya dapat berupa urine yang berwarna gelap (keruh) dan tinja yang berwarna pucat. Bilirubin terbentuk pada saat hemoglobin terurai akibat proses pembaruan sel darah merah yang sudah tua atau telah rusak. Sesudah bilirubin terbentuk, zat ini kemudian masuk ke pembuluh darah untuk selanjutnya dibawa ke hati. Di dalam organ ini, bilirubin kemudian bercampur dengan empedu. Bilirubin yang telah bercampur dengan empedu ini lalu dipindahkan ke saluran pencernaan melalui saluran empedu sebelum akhirnya dibuang ke luar tubuh beserta tinja dan urine. Apabila proses tersebut mengalami gangguan serta bilirubin terlambat masuk ke hati atau saluran empedu, maka zat ini akan bertumpuk di dalam darah serta mengendap di kulit sehingga nampaklah gejala penyakit kuning.
Berdasarkan letak terjadinya gangguan tersebut, penyakit kuning dibagi menjadi 3 tiga jenis. Pertama yaitu penyakit kuning pre-hepatic, kedua penyakit kuning intra-hepatic, yang terakhir penyakit kuning post-hepatic. Penyakit kuning sendiri terjadi ketika pembuangan zat bilirubin yang merupakan hasil dari penguraian sel darah merah mengalami gangguan sehingga bertumpuk di dalam darah serta jaringan tubuh.
JENIS-JENIS PENYAKIT KUNING
Penyakit kuning sendiri dibagi menjadi 3 jenis, diantaranya :
·         Penyakit kuning intra-hepatic, terjadi saat hati mengalami kerusakan sehingga kemampuan organ tersebut dalam memproses bilirubin menjadi terganggu. Kerusakan organ ini dapat disebabkan oleh sirosis dan hepatitis. Jenis penyakit kuning yang ini kebanyakan diidap oleh orang-orang yang telah menginjak usia paruh baya.
·         Penyakit kuning post-hepatic, jenis yang terakhir ini terjadi akibat adanya gangguan di dalam saluran empedu sehingga bilirubin tidak sepenuhnya terbuang ke dalam saluran pencernaan. Hal ini dapat disebabkan oleh tumor, pankreatitis, atau batu empedu. Dan jenis penyakit kuning yang terakhir ini kebanyakan diidap oleh orang-orang yang telah menginjak usia paruh baya sama seperti intra-hepatic.
·         Penyakit kuning pre-hepatic, terjadi saat sel darah merah mengurai terlalu cepat sebelum waktunya sehingga kadar bilirubin meningkat pesat. Hal ini dapat diakibatkan oleh penyakit malaria, anemia sel sabit, atau anemia hemolitik. Dan jenis penyakit kuning yang ini dapat diidap oleh semua usia.
BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB
Penyakit ini akan terjadi apabila pembuangan zat bilirubin yang dihasilkan dari penguaraian sel darah merah yang mengalami gangguan sehingga bertumpuk di jaringan tubuh dan di dalam darah kita. Berdasarkan letak terjadinya gangguan tersebut, penyakit kuning terbagi menjadi tiga jenis. Yang pertama yaitu penyakit kuning intra-hepatic. Gangguan ini terletak di dalam hati manusia dan organ tersebut mengalami kerusakan sehingga tidak dapat memproses bilirubin. Beberapa faktor yang membuat hati rusak meliputi :
-          Hepatitis A, B, serta C
-          Penggunaan obat terlarang yaitu ekstasi
-          Obesitas
-          Overdosis paracetamol
-          Sindrom Dubin-johnson
-          Paparan phenol (bahan baku untuk membuat plastic) atau carbon tetrachloride (bahan baku membuat kulkas.
-          Konsumsi minuman keras secara berlebihan
-          Sirosis
-          Leptospirosis
-          Kanker hati
-          Demam kelenjar
Yang kedua yaitu penyakit kuning post-hepatic, gangguan pada keadaan seperti ini terletak di dalam saluran empedu. Dan gangguan ini dapat berupa inflamasi, penyumbatan, atau bahkan kerusakan jaringan. Apabila saluran empedu terganggu, maka proses pemindahan bilirubin ke dalam saluran pencernaan tidak akan berjalan dengan baik. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan saluran empedu antara lain :
-          Infeksi parasit
-          Kanker, pancreas
-          Kolangitis sklerotikprimer atau disebut juga kelainan autoimun yang menyebabkan pembengkakan saluran empedu yang berada di dalam jaringan hati
-          Kanker kandung empedu
-          Pankreatitis
-          Batu empedu
-          Cholangitis
-          Kanker saluran empedu
Yang ketiga yaitu penyakit kuning pre-hapatic, gangguan pada keadaan ini terletak pada sel darah merah yang mengalami penguraian terlalu cepat dan mengakibatkan kadar bilirubin meningkat pesat. Tingginya kada bilirubin di dalam aliran darah nengakibatkan organ hati kewalahan melakukan metabolisme sehingga muncullah gejala penyakit kuning tersebut. Beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan sel darah merah terurai terlalu cepat antara lain yaitu:
-          Sferositosis turunan
-          Malaria
-          Anemia sel sabit
-          Defisiensi enzim glukosa-6-fosfat dehydrogenase
-          Anemia hemolitik
-          Talasemia
-          Sindrom Crigler-Najjar
CARA MENCEGAH PENYAKIT KUNING
Cara-cara mencegah penyakit kuning tidak semuanya dapat diuraikan secara spesifik mengingat banyak sekali factor penyebabnya. Akan tetapi beberapa kiat-kiat yang mungkin dapat dilakukan untuk mencegahnya yaitu :
v  Membatasi konsumsi minuman beralkohol sebab zat ini dapat menyebabkn sirois serta pankreatitis.
v  Menghindari paparan zat kimia yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati.
v  Menjaga kadar kolesterol dalam tubuh supaya tetap dalam batas normal
v  Tidak mengkonsumsi obat secara sembarangan agar terhindar dari kerusakan hati.
v  Tidak merokok.
v  Melakukan vaksinasi hepatitis A dan B.
v  Membawa obat-obatan pereda malaria apabila ingin melakukan perjalanan ke daerah yang rawan kondisi tersebut.
v  Menghindari penggunaan jarum suntik secara sembarangan.
v  Selalu mengkonsumsi makanan atau minuman yang bersih agar terhindar dari hepatitis A.
v  Menjaga berat badan tetap pada batasan yang sehat.
v  Selalu menggunakan kondom pada saat berhubungan seksual agar tidak tertular hepatitis B, terutama hepatitis C yang belum ada vaksinnya.


Sekian artikel ini saya buat dengan segala referensinya semoga bermanfaat.



Thursday, March 26, 2020

GEJALA, PENYEBAB, DAN PENCEGAHAN VIRUS CORONA ATAU COVID-19




DEFINISI
Dewasa ini dunia sedang dilanda sebuah wabah virus Corona atau disebut juga  COVID-19, virus yang masih subfamily dengan Orthocoronavirine dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales. Kelompok virus ini yang bias mengakibatkan penyakit pada burung dan mamalia (ternasuk manusia). Pada manusia, Corona virus mengakibatkan infeksi pernapasan yang umumnya ringan seperti pilek, walaupun beberapa bentuk penyakit seperti MERS, SARS dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. virus Corona mempunyai satu rantai RNA sehingga kerap disebut virus RNA. bentuk virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan MERS ini sama persis mahkota. Bentuk mahkota ditandai protein S berupa sepatu yang tersebar di sekeliling permukaan virus. Virus jenis ini lebih cepat bermutasi disbanding DNAhingga satu juta kali. Virus ini diperkirakan berasal dari hewan dan dapat menular dari hewan ke manusia serta dari manusia ke manusia. Penularan antar manusia kemungkinan besar melalui percikan dahak ketika bersin atau batuk. Wuhan, China adalah lokasi atau titik awal ditemukannya kasus virus Corona atau COVID-19 dan terus menyebar diantara penduduknya hingga ke Negara lain.
BEBERAPA GEJALA
Manusia yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19 biasanya mengalami gejala flu biasa, mulai dari batuk, pusing, hidung berair, sakit tenggorokan, dan demam. Akan tetapi gejala ini juga bervariasi terhadap setiap manusia. Pada sebagian orang mengaku tidak merasakan gejala apa-apa. Sementara pada orang lain dapat merasakan keluhan yang parah seperti sesak napas, sakit dada, hingga batuk berdarah. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat tiga gejala utama dari infeksi COVID-19 diantaranya adalah napas yang memendek, batuk, dan demam. Keadaan tersebut umumnya akan muncul dalam jangka waktu dua hingga empat belas hari setelah terinfeksi. Akan tetapi secara umum ada tiga gejala umum yang bis menandakan seseorang terinfeksi virus Corona atau COVID-19 diantaranya :
— Batuk
— Sesak napas
— Demam ( suhu tubuh di atas 38℃elcius)
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu dua hari hingga dua minggu sesudah terinfeksi virus Corona.
PENYEBAB-PENYEBAB
Infeksi COVID-19 disebabkan oleh Coronavirus, kelompok virus yang menginfeksi system pernapasan. Pada sebagian besar kasus, Coronavirus hanya mengakibatkan infeksi pernapasan ringan hingga sedang, contohnya flu. Namun, virus Corona juga dapat mengakibatkan infeksi pernapasan serius, contohnya Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Pneumonia. Seseorang bias tertular virus Corona melalui beberapa cara, diantaranya :
Ü  Memegang mulut atau hidung tanpa cuci tangan terlebih dahulu sesudah menyentuh benda terkena cipratan air liur pengidap Corona
Ü  Kontak langsung jarak dekat dengan pengidap Corona, misalnya berjabat tangan atau bersentuhan
Ü  Tanpa sengaja menghirup percikan ludah dari batuk atau bersin pengidap Corona
Virus Corona atau COVID-19 bisa menginfeksi siapa saja, namun efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal apabila terjadi kepada orang yang sedang sakit, orang lansia, orang dengan imun tubuh lemah, atau ibu hamil.
UPAYA-UPAYA PENCEGAHAN
1.      Terapkan social distancing
Menjaga jarak saat kontak dengan orang yang batuk atau bersin minimal satu meter, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari mulut atau hidung mereka yang memiliki kemungkinan mengandung virus. Apabila terlalu dekat, anda dapat menghirup tetesan air yang mungkin saja mengandung COVID-19.
2.      Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan virus Corona
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan sebarkan oleh beberapa hewan reptil serta mamalia. Oleh sebab itu, hindari kontak dengan beberapa hewan tersebut
3.      Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar yaitu cara paling sederhana akan tetapi sangat efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19. Cucilah tangan menggunakan sabun dengan air mengalir sekitar 20 detik. Dan pastikan semua bagian tangan anda tercuci sampai bersih, seperti sela-sela jari, kuku, punggung tangan, pergelangan tangan, sesudah itu dilap pake kain atau handuk yang bersih. Cucilah tangan anda sebelum dan sesudah makan,setelah bersin atau batuk, setelah membuang sampah, sesudah menggunakan toilet,mdan setelah menyentuh hewan.
4.      Selalu menjaga Imun atau daya tahan tubuh
Imun tubuh yang kuat merupaka salah satu upaya mencegah terinfeksi COVID-19. Untuk meningkatkan serta menjaga daya tahan tubuh, sebaiknya anda konsumsi buah-buahan dan sayuran, serta makanan yang berprotein contohnya daging tanpa lemak, telur, dan ikan. Dan dianjurkan mengkonsumsi suplemen dengan anjuran dokter. Selain itu terapkalah pola hidup sehat dengan tidur yang cukup, tidak mengkonsumsi miras, tidak merokok, serta rutin berolahraga.

Oleh sebab itu, sangat penting melakukan usaha preventif guna melindungi diri dari infeksi virus tersebut. Usaha preventif harus dilakukan dari berbagai lapisan usia, walaupun memiliki daya tahan tubuh yang baik. Segeralah pergi ke dokter atau pusat kesehatan apabila anda mulai merasakan gejala-gejala tersebut diatas guna memastikan kondisi anda. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Sekian artikel ini saya buat, apabila ada kurangnya saya mohon maaf



Friday, June 22, 2018

PENYEBAB, GEJALA, JENIS-JENIS, DAN CARA MENCEGAH TETANUS




Penyakit tetanus yaitu kejang yang bersifat spasme (kaku otot) yang dimulai pada leher dan rahang. Kondisi ini disebabkan oleh racun berbahaya bakteri clostridium tetani, yang masuk menyerang saraf tubuh melalui luka kotor. Clostridium tetani dapat bertahan hidup di luar tubuh dalam bentuk spora untuk waktu yang sangat lama.  Misalnya, dalam kotoran manusia ataupun manusia, debu, dan tanah. Spora clostridium tetani umumnya masuk ke tubuh melalui luka yang kotor, contohnya luka digigit hewan,  luka bakar, akibat cidera, atau paku berkarat.
Penyebab-penyebab
Tetanus sendiri yaitu merupakan infeksi yang tergolong serius serta disebabkan oleh bakteri clostridium tetani. Bakteri ini bisa hidup lebih dari empat puluh tahun di luar tubuh manusia dalam bentuk spora. Spora tersebut umumnya terdapat pada kotoran manusia atau hewan, tanah, ujung jarum yang tidak steril, debu, besi berkarat, dan kawat berduri. Jika spora itu berada dalam luka kotor yang bersifat anaerob (tidak ada oksigen), ia akan menjadi bakteri yang aktif, berkembang biak, dan melepaskan neurotoksin bernama tetanospasmin.
Gejala-gejala
Durasi sejak seseorang terpapar spora bakteri tetanus hingga muncul gejala (masa inkubasi) umumnya membutuhkan waktu antara empat sampai empat belas hari. Tanda atau gejalanya bisa meliputi :
-          Otot di sekitar perut yang kaku.
-          Kesulitan menelan apabila kejang otot menyebar sampai ke leher.
-          Kejang yang menyerupai kekakuan otot, terutama pada rahang dan leher sehingga pengidap sulit membuka mulut. Wajah pengidap juga tampak menyeringai, disebut dengan istilah risus sardonicus.
-          Kejang yang menyakitkan di seluruh tubuh serta berlangsung selama beberapa menit. Tanda atau gejala ini biasanya dipicu oleh beberapa hal kecil, seperti sentuhan, cahaya, dan suara nyaring.
-          Detak jantung yang cepat.
-          Tekanan darah yang naik.
-          Demam dan berkeringat.
-          Kejang hebat yang terjadi di seluruh tubuh. Gejala ini akan menyebabkan bagian punggung bawah tubuh melengkung ke atas.
Beberapa faktor resiko
Ada beberapa faktor serta kondisi di balik tetanus. Beberapa kondisi di bawah ini dipercaya bisa meningkatkan resiko seseorang untuk terinfeksi tetanus, diantaranya :
o   Luka yang terpapar kotoran hewan, tanah, atau debu.
o   Pengguna obat-obatan terlarang yang memakai alat-alat suntik yang tidak steril.
o   Tali pusar bayu baru lahir yang mengalami infeksi karena sang ibu tidak divaksinasi tetanus dengan memadai.
o   Belum menerima vaksinasi atau prosesnya tidak lengkap.
o   Seseorang yang menato atau menindik tubuh dengan peralatan yang kurang steril.
o   Luka penetrasi yang dalam, misalnya akibat tertusuk paku kotor atau berkarat.
o   Keberadaan benda asing pada luka, misalnya serpihan kayu, kuku, atau karat.
Jenis-jenis tetanus
Terdapat tipe-tipe tetanus, diantaranya tetanus umum, terlokalisir, cephalic, serta neonatorum. Tipe terlokalisir serta cephalic termasuk jenis yang jarang terjadi.
·         Tetanus disebut terlokalisir jika mengenai bagian tubuh tertentu yang akan mengalami kejang lokal. Ini terjadi saat tubuh hanya mempunyai kekebalan parsial terhadap racun tetanus dan dapat menjadi tetanus umum yang menyebar ke bagian tubuh lain.
·         Tetanus cephalic, terjadi akibat infeksi telinga tengah. Sama seperti tetanus terlokalisir, tetanus jenis ini juga berpotensi menjadi tetanus umum.
·         Sedangkan tetanus neonatorum yaitu tetanus yang dialami oleh bayi yang baru lahir karena proses penanganan persalinan yang tercemar spora bakteri tetanus. Tetanus jenis ini bisa terjadi karena kekebalan tubuh sang bayi terhadap tetanus masih lemah.
Dan jenis tetanus umum adalah yang dibahas dalam artikel ini.
Pencegahan tetanus
Upaya yang utama guna mencegah tetanus yaitu dengan melalui vaksinasi. Dan di Indonesia vaksinasi tetanus termasuk salah satu dari lima imunisasi wajib untuk anak. Imunisasi tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin Difteri, Tetanus, Pertusis (DTP). Proses vaksinasi ini harus diberikan dalam lima tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan empat sampai enam tahun. Untuk anak yang berusia di atas tujuh tahun, tersedia vaksin Td yang juga berfungsi memberikan perlindungan terhadap tetanus sekaligus difteri. Proses vaksinasi Td perlu diulangi tiap sepuluh tahun guna mempertahankan kekebalan tubuh terhadap tetanus dan difteri. Selain vaksin, upaya pencegahan tetanus juga bisa dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan luka supaya tidak mengalami infeksi serta cepat sembuh. Pemberian tetanus toksoid juga biasanya dianjurkan oleh dokter untuk mencegah terjadinya infeksi tetanus pada luka.
Tetanus yang tidak diobati dapat bertambah parah dan bahkan mengancam jiwa penderitanya. Oleh sebab itu, anda sebaiknya segera pergi ke dokter untuk memeriksakannya apabila anda mempunyai luka dan mengalami tanda-tanda atau gejala tersebut di atas.

Sekian artikel ini saya buat jika ada kekurangannya saya mohon maaf.