Friday, June 22, 2018

PENYEBAB, GEJALA, JENIS-JENIS, DAN CARA MENCEGAH TETANUS




Penyakit tetanus yaitu kejang yang bersifat spasme (kaku otot) yang dimulai pada leher dan rahang. Kondisi ini disebabkan oleh racun berbahaya bakteri clostridium tetani, yang masuk menyerang saraf tubuh melalui luka kotor. Clostridium tetani dapat bertahan hidup di luar tubuh dalam bentuk spora untuk waktu yang sangat lama.  Misalnya, dalam kotoran manusia ataupun manusia, debu, dan tanah. Spora clostridium tetani umumnya masuk ke tubuh melalui luka yang kotor, contohnya luka digigit hewan,  luka bakar, akibat cidera, atau paku berkarat.
Penyebab-penyebab
Tetanus sendiri yaitu merupakan infeksi yang tergolong serius serta disebabkan oleh bakteri clostridium tetani. Bakteri ini bisa hidup lebih dari empat puluh tahun di luar tubuh manusia dalam bentuk spora. Spora tersebut umumnya terdapat pada kotoran manusia atau hewan, tanah, ujung jarum yang tidak steril, debu, besi berkarat, dan kawat berduri. Jika spora itu berada dalam luka kotor yang bersifat anaerob (tidak ada oksigen), ia akan menjadi bakteri yang aktif, berkembang biak, dan melepaskan neurotoksin bernama tetanospasmin.
Gejala-gejala
Durasi sejak seseorang terpapar spora bakteri tetanus hingga muncul gejala (masa inkubasi) umumnya membutuhkan waktu antara empat sampai empat belas hari. Tanda atau gejalanya bisa meliputi :
-          Otot di sekitar perut yang kaku.
-          Kesulitan menelan apabila kejang otot menyebar sampai ke leher.
-          Kejang yang menyerupai kekakuan otot, terutama pada rahang dan leher sehingga pengidap sulit membuka mulut. Wajah pengidap juga tampak menyeringai, disebut dengan istilah risus sardonicus.
-          Kejang yang menyakitkan di seluruh tubuh serta berlangsung selama beberapa menit. Tanda atau gejala ini biasanya dipicu oleh beberapa hal kecil, seperti sentuhan, cahaya, dan suara nyaring.
-          Detak jantung yang cepat.
-          Tekanan darah yang naik.
-          Demam dan berkeringat.
-          Kejang hebat yang terjadi di seluruh tubuh. Gejala ini akan menyebabkan bagian punggung bawah tubuh melengkung ke atas.
Beberapa faktor resiko
Ada beberapa faktor serta kondisi di balik tetanus. Beberapa kondisi di bawah ini dipercaya bisa meningkatkan resiko seseorang untuk terinfeksi tetanus, diantaranya :
o   Luka yang terpapar kotoran hewan, tanah, atau debu.
o   Pengguna obat-obatan terlarang yang memakai alat-alat suntik yang tidak steril.
o   Tali pusar bayu baru lahir yang mengalami infeksi karena sang ibu tidak divaksinasi tetanus dengan memadai.
o   Belum menerima vaksinasi atau prosesnya tidak lengkap.
o   Seseorang yang menato atau menindik tubuh dengan peralatan yang kurang steril.
o   Luka penetrasi yang dalam, misalnya akibat tertusuk paku kotor atau berkarat.
o   Keberadaan benda asing pada luka, misalnya serpihan kayu, kuku, atau karat.
Jenis-jenis tetanus
Terdapat tipe-tipe tetanus, diantaranya tetanus umum, terlokalisir, cephalic, serta neonatorum. Tipe terlokalisir serta cephalic termasuk jenis yang jarang terjadi.
·         Tetanus disebut terlokalisir jika mengenai bagian tubuh tertentu yang akan mengalami kejang lokal. Ini terjadi saat tubuh hanya mempunyai kekebalan parsial terhadap racun tetanus dan dapat menjadi tetanus umum yang menyebar ke bagian tubuh lain.
·         Tetanus cephalic, terjadi akibat infeksi telinga tengah. Sama seperti tetanus terlokalisir, tetanus jenis ini juga berpotensi menjadi tetanus umum.
·         Sedangkan tetanus neonatorum yaitu tetanus yang dialami oleh bayi yang baru lahir karena proses penanganan persalinan yang tercemar spora bakteri tetanus. Tetanus jenis ini bisa terjadi karena kekebalan tubuh sang bayi terhadap tetanus masih lemah.
Dan jenis tetanus umum adalah yang dibahas dalam artikel ini.
Pencegahan tetanus
Upaya yang utama guna mencegah tetanus yaitu dengan melalui vaksinasi. Dan di Indonesia vaksinasi tetanus termasuk salah satu dari lima imunisasi wajib untuk anak. Imunisasi tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin Difteri, Tetanus, Pertusis (DTP). Proses vaksinasi ini harus diberikan dalam lima tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan empat sampai enam tahun. Untuk anak yang berusia di atas tujuh tahun, tersedia vaksin Td yang juga berfungsi memberikan perlindungan terhadap tetanus sekaligus difteri. Proses vaksinasi Td perlu diulangi tiap sepuluh tahun guna mempertahankan kekebalan tubuh terhadap tetanus dan difteri. Selain vaksin, upaya pencegahan tetanus juga bisa dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan luka supaya tidak mengalami infeksi serta cepat sembuh. Pemberian tetanus toksoid juga biasanya dianjurkan oleh dokter untuk mencegah terjadinya infeksi tetanus pada luka.
Tetanus yang tidak diobati dapat bertambah parah dan bahkan mengancam jiwa penderitanya. Oleh sebab itu, anda sebaiknya segera pergi ke dokter untuk memeriksakannya apabila anda mempunyai luka dan mengalami tanda-tanda atau gejala tersebut di atas.

Sekian artikel ini saya buat jika ada kekurangannya saya mohon maaf.

Thursday, June 14, 2018

PENYEBAB, GEJALA, DAN PENANGANAN DISLEKSIA


Disleksia yaitu merupakan gangguan proses belajar, dimana seseorang mengalami kesulitan menulis, mengeja, atau membaca. Penderita disleksia akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi bagaimana kata-kata yang diucapkan harus diubah menjadi bentuk huruf dan kalimat, serta sebaliknya. Disleksia umum dijumpai pada usia anak-anak, serta bisa menyerang anak dengan penglihatan dan tingkat kecerdasan yang normal. Dengan kata lain, disleksia tidak mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan seseorang. Beberapa melihat disleksia sebagai sebuah perbedaan akan kesulitan membaca akibat penyebab lain, seperti kekurangan non-neurologis dalam penglihatan atau pendengaran atau lemah dalam memahami intruksi bacaan. Terdapat tiga aspek kognitif penderita disleksia yaitu penglihatan, perhatian, dan pendengaran. Disleksia mempengaruhi perkembangan bahasa seseorang. Penderita dilseksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik namun juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri, dan kanan, serta sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak. ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dlam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak bisa menjawab pertanyaan yang seperti uraian, panjang lebar.
Penyebab-penyebab
Para peneliti telah berusaha untuk menemukan dasar biologis disleksia sejak pertama kali teridentifikasi oleh Oswald Berkhan pada tahun 1881 sedang istilah disleksia muncul pada tahun 1887 oleh Rudolf Berlin. Teori-teori dari etiologi disleksia telah berkembang sedemikian rupa. Diantara penyebab disleksia adalah pengaruh interaksi lingkungan, faktor genetik atau keturunan, dan anatomi atau kerangka saraf.
Gejala-gejala
Tanda atau gejala disleksia sangat bervariasi serta umumnya tidak sama pada setiap pengidapnya. Oleh sebab itu, gangguan ini biasanya sukar dikenali. Terutama sebelum sang anak memasuki usia sekolah. Terdapat sejumlah gen keturunan yang dianggap bisa mempengaruhi perkembangan otak yang mengendalikan fonologi, yaitu kemampuan serta ketelitian dalam memahami suara maupun bahasa lisan. Misalkan membedakan kata “palu” dengan kata “paku”.
Sedangkan pada balita, disleksia bisa

dikenali melalui sejumlah tanda atau gejala meliputi :
·         Kurang memahami kata atau kalimat yang meempunyai rima, misalnya “andi menari sendiri”.
·         Kesulitan menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan diri, contohnya kesulitan menyusun kata dengan benar atau kesulitan untuk memilih kata yang tepat.
·         Membutuhkan waktu yang lama untuk belajar kata baru, contohnya keliru menyebut kata “ibu” menjadi kata “ubi”.
·         Perkembangan bicara yang lebih lamban dibandingkan anak-anak seumurannya.
Biasanya tanda atau gejala-gejala disleksia akan lebih jelas pada saat anak mulai belajar menulis dan membaca di sekolah. Anak anda akan mengalami beberapa kesulitannya yaitu diantaranya :
-          Lamban ketika menulis dan tulisan yang tidak rapi.
-          Kesulitan mengucapkan kata yang baru dikenal.
-          Lamban dalam mempelajari nama serta bunyi abjad.
-          Mempunyai kepekaan fonologi yang rendah. Misalnya mereka akan kesulitan menjawab pertanyaan “bagaimana bunyinya jika huruf ‘b’ pada ‘buku’ diganti dengan ‘s’?”.
-          Kesulitan memproses serta memahami apa yang didengarnya.
-          Lamban dalam menulis, misalnya ketika didikte atau menyalin tulisan.
-          Kesulitan mengeja, misalkan angka “6” sering tertukar dengan angka “9” atau huruf “d” sering tertukar dengan huruf “b”.
-          Kesulitan mengingat urutan, misalnya urutan nama hari maupun abjad.
-          Sering salah atau terlalu pelan ketika membaca.
Karena sulit dikenali, disleksia kadang-kadang ada yang baru disadari sesudah pengidap beranjak remaja bahkan dewasa. Tanda atau gejalanya diantaranya :
·         Cenderung menghindari kegiatan menulis dan membaca.
·         Kesulitan mengingat hal-hal yang beruntun, misalnya nomor telepon.
·         Kesulitan berhitung.
·         Kesulitan mengeja dan membaca.
·         Kesulitan dalam mengatur waktu, misalnya tenggat waktu dalam tugas.
·         Kesulitan menyalin cacatan serta membuat karya tulis, misalnya laporan atau makalah.
·         Bermasalah dalam mengekspresikan sesuatu melalui tulisan atau meringkas suatu cerita.
·         Sering tidak memahami makna bahasa kiasan atau lelucon, misalnya istilah “otak encer” yang berarti pintar.
Apabila anda mencemaskan perkembangan kemampuan menulis dan membaca anak anda yang dirasa lambat, pergilah ke dokter. Sangat berguna apabila ada pemeriksaan medis guna memastikan apakah ada gangguan medis yang lain atau tidak, contohnya gangguan pendengaran atau penglihatan.
Penanganana disleksia
Disleksia memang tidak dapat disembuhkan, akan tetapi ada penanganan dan ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan pengidap, khususnya membaca. Salah satu bentuk penanganan yang bisa membantu penderita disleksia yaitu dengan pendekatan dan bantuan edukasi khusus. Penentuan jenis intervensi yang cocok biasanya tergantung pada tingkat keparahan disleksia yang dialami dan hasil tes psikologi pengidap.
Untuk penderita disleksia anak-anak, jenis intervensi yang paling efektif dalam menigkatkan kemampuan tulis dan baca yaitu intervensi yang berfokus pada kemampuan fonologi. Jenis intervensi ini biasanya disebut fonik. Pengidap disleksia akan diajari elemen-elemen dasar seperti belajar mengenali satuan bunyi terkecil dalam kata-kata atau fonem, memahami huruf dan susunan huruf yang membentuk bunyi tersebut, membaca bersuara, membangun kosakata, dan memahami apa yang dibaca. Selain melalui intervensi edukasi, orang tua juga mempunyai peran penting dalam meningkatkan kemampuan anak. Upaya sederhana yang dapat dilakukan meliputi :
1.      Hindari mencela ketika anak melakukan kesalahan dalam membaca supaya kepercayaan diri anak bisa dibangun.
2.      Buatlah membaca menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan. Anda bisa memilih topik bacaan ringan yang menyenangkan, atau suasana membaca di tempat lain misalnya di taman.
3.      Bekerja sama dengan sekolah anak anda. Bicarakan kondisi anak dengan guru atau kepala sekolah, serta diskusikan cara yang paling tepat untuk membantu anak anda agar berhasil dalam pelajaran.
4.      Menyemangati serta membujuk anak untuk membaca buku dan mendiskusikan isinya bersama-sama juga akan berguna.
5.      Perbanyak waktu membaca di rumah. Anda mungkin bosan membaca cerita yang sama serta berulang-ulang pada anak anda, akan tetapi pengulangan ini akan semakin meningkatkan kemampuan anak untuk memahami cerita sehingga mereka menjadi tidak begitu asing lagi dengan tulisan serta cerita. Berikan juga waktu untuk anak anda membaca sendiri tanpa bantuan anda.

Intervensi edukasi tidak hanya berguna untuk pengidap disleksia anak-anak, namun juga bagi pengidap remaja serta dewasa dalam meningkatkan kemampuan tulis dan baca pengidapnya. Begitupun dengan melibatkan bantuan teknologi seperti program komputer dengan perangkat lunak pengenalan suara. Disleksia sendiri membutuhkan tenaga serta waktu yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, keluarga dan penderita dianjurkan utuk bersabar dalam menjalaninya. Bantuan dan dukungan dari anggota keluarga serta sahabat akan sangat membantu dalam penanganannya.


Sekian artikel ini saya buat dan apabila terdapat kekurangannya saya mohon maaf.

Tuesday, June 12, 2018

PENYEBAB, GEJALA, PENANGANAN DAN PENCEGAHAN MAAG



Penyakit maag atau disebut dengan indigestion yaitu istilah yang menggambarkan nyeri yang berasal dari usus halus, lambung, atau bahkan kerongkongan akibat sejumlah kondisi. Sebutan lain dari penyakit maag yaitu dispepsia. Sakit maag sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori, stress, efek samping penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan akibat luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung atau tukak lambung. Walaupun sebagian besar sakit maag dapat ditangani tanpa harus pergi ke dokter, akan tetapi pemeriksaan medis tetap perlu dilakukan apabila sakit maag disertai dengan sering muntah, mengalami penurunan berat tubuh, serta menjadi sulit menelan, dan apabila anda telah berusia 55 tahun ke atas.
Penyebab-penyebab
Di bawah ini kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan sakit maag, meliputi :
·         Penyakit refluks gastroesofagus (pergerakan balik asam lambung menuju kerongkongan)
·         Sembelit.
·         Makan terlalu cepat.
·         Tukak lambung (luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung).
·         Terlalu banyak mengkonsumsi cokelat.
·         Infeksi bakteri Helicobacter pylori.
·         Masalah psikologi seperti stress dan cemas.
·         Terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol, soda, atau kafein.
·         Terlalu banyak makan.
·         Mengkonsumsi makanan pedas, berlemak, dan berminyak.
·         Kelebihan berat badan.
·         Kebiasaan merokok.
·         Efek samping penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid misalnya aspirin dan ibuprofen.
Selain beberapa kondisi tersebut di atas, sakit maag juga dapat terjadi akibat komplikasi suatu penyakit. Beberapa contoh penyakit yang dapat menyebabkan sakit maag yaitu penyakit iskemia usus (berkurangnya aliran darah di usus), kanker lambung, penyakit batu empedu, penyakit hernia hiatus (bagian lambung menonjol ke dalam diafragma), radang pankreas (pankreatitis), penyakit celiac, dan penyumbatan usus.
Gejala-gejala
Selain nyeri pada perut bagian atas (diantara area pusar dan bawah tulang dada), gejala lainnya dapat meliputi :
§  Muntah.
§  Mual.
§  Refluks (kembalinya cairan atau makanan dari lambung ke kerongkongan).
§  Sering bersendawa.
§  Kembung pada perut bagian atas.
§  Rasa panas pada perut bagian atas.
§  Cepat merasa kenyang saat makan dan rasa kenyang berkepanjangan  setelah makan.
Sakit maag yang disertai dengan gejala rasa panas di dalam dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan, merupakan kasusu sakit maag yang seringkali terjadi.
Nyeri ulu hati atau rasa panas dan nyeri di tengah dad (kadang-kadang terasa sampai punggung serta leher) yang muncul saat atau setelah makan.
Untuk pengidap sakit maag, gejala biasanya akan menjadi lebih buruk apabila dirinya juga mengalami stress. Selain itu, masuknya udara lewat mulut pada saat mengkonsumsi makanan juga dapat menyebabkan perut semakin kembung dan intensitas sendawa meningkat.
 Komplikasi-komplikasi
Ada beberapa contoh komplikasi yang berkaitan dengan sakit maag, diantaranya :
·         Stenosis pilorus, kondisi ini disebabkan oleh paparan asam lambung pada area pilorus (bagian antara lambung dan usus halus) dalam waktu yang lama. Paparan menimbulkan jaringan parut dan mempersempit pilorus. Dan mengakibatkan makanan menjadi tidak tercerna dengan baik. Selain itu, muntah-muntah juga dapat dialami oleh pengidap stenosis pilorus.
·         Penyempitan asofagus, dapat saja terjadi pada seseorang yang sering mengalami sakit maag akibat refluks asam. Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa menimbulkan jaringan parut di kerongkongan dan mempersempit saluran tersebut. Gejala yang dapat muncul meliputi nyeri dada dan sulit menelan.
·         Esofagus Barrett, mirip dengan penyempitan esofagus, esofagus Barrett disebabkan oleh paparan asam lambung di kerongkongan secara terus-menerus. Akan tetapi pada kasus ini, sel-sel yang terdapat di lapisan bagian bawah kerongkongan berubah menjadi sel kanker. Perubahan sel tersebut beresiko mengarah kepada kanker kerongkongan.
Pencegahan dan penangan sakit maag
Di bawah ini adalah beberapa cara mencegah atau meredakan sakit maag, meliputi :
1.      Mengendalikan stress dan tidak membiarkan diri dikuasai oleh rasa cemas. Jika anda tidak mampu melakukannya, minta bantuan psikiater. Teknik relaksasi atau terapi perilaku kognitif adalah contoh pengobatan yang disarankan.
2.      Menghentikan konsumsi aspirin atau ibuprofen apabila sakit maag disebabkan oleh obat-obat tersebut. Selanjutnya, pergilah ke dokter untuk mengkonsultasikannya guna menentukan obat penggantinya.
3.      Mengurangi atau menghentikan konsumsi zat kafein atau alkohol jika sakit maag disebabkan oleh kedua zat tersebut.
4.      Menghindari makanan-makanan yang dapat memicu sakit maag atau membagi porsi makan ke dalam jadwal makan yang baru (misalkan sebelumnya anda makan 3 kali sehari, tetapi masing-masing dalam porsi besar, anda dapat mengubahnya menjadi 4 atau 5 kali sehari dengan porsi masing-masing yang lebih sedikit).



Sekian artikel ini saya buat dan apabila ada kekurangannya saya mohon maaf.

Monday, June 11, 2018

PENYEBAB, GEJALA, DAN CARA MENCEGAH STROKE



Stroke yaitu suatu kondisi yang terjadi pada saat pasokan darah ke otak terganggu atay berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan memperoleh asupan oksigen serta nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak bisa berfungsi secara baik. Stroke merupakan kondisi darurat medis karena sel otak bisa mati hanya dalam hitungan menit. Yindakan penanganan dengan cepat bisa meminimalisir tingkat kerusakan otak dan kemungkinan munculnya komplikasi. Menurut data penelitian kesehatan dasar yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, di Indonesia terdapat lebih dari 2.000.000 penduduk, atau 12 dari seribu penduduk, mengidap stroke dengan persentase terbesar berasal dari provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, stroke adalah merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia, lebih dari lima belas persen kematian di Indonesia dikarenakan oleh stroke. Stroke iskemik mempunyai kejadian yang lebih sering dibandingkan dengan stroke iskemik. Tekanan darah tinggi yang diikuti dengan diabetes dan kolesterol tinggi adalah merupakan kondisi yang paling sering meningkatkan resiko terjadinya stroke di Indonesia.
Penyebab-penyebab
Berdasarkan penyebabnya, ada 2 jenis stroke, di antaranya :
-          Stroke iskemik, sekitar delapan puluh persen stroke adalah jenis stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi saat pembuluh darah arteri yang membawa darah serta oksigen ke otak mengalami penyempitan atau terhambat, sehingga mengakibatkan aliran darah ke otak sangat berkurang. Kondisi ini disebut juga dengan iskemia. Stroke iskemik bisa dibagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu :
·         Stroke embolik, adalah stroke yang terjadi saat gumpalan darah atau gumpalan yang terbentuk di bagian tubuh yang lain, umumnya jantung, terbawa melalui aliran darah dan tersangkut di pembuluh darah otak, sehingga mengakibatkan arteri otak menyempit. Jenis gumpalan darah ini disebut embolus. Salah satu gangguan irama jantung, yaitu fibrilasi atrium, sering mengakibatkan stroke embolik.
·         Stroke trombolik, yaitu stroke yang terjadi saat gumpalan darah terbentuk di salah satu pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke otak. pembentukan gumpalan darah ini disebabkan oleh timbunan plak atau lemak yang menumpuk di arteri (aterosklerosis) serta mengakibatkan menurunnya aliran darah.
-          Stroke hemoragik, jenis stroke ini terjadi saat pembuluh darah di otak pecah dan mengakibatkan pendarahan. Pendarahan di otak bisa dipicu oleh beberapa kondisi yang mempengaruhi pembuluh darah. Beberapa kondisi tersebut di antaranya :
-          Aneurisma otak atau melemahnya dinding pembuluh darah.
-          Pengobatan dengan antikoagulan (pengencer darah).
-          Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali.
Ada 2 jenis stroke hemoragik, di antaranya :
-          Pendarahan subarachnoid, pada pendarahan subarachnoid, pembuluh darah arteri yang berada dekat permukaan otak, pecah serta menumpahkan isinya ke rongga subarachnoid, yaitu ruang antara tulang tengkorak dan permukaan otak.
-          Pendarahan intraserebral, pada pendarahan intraserebral, pembuluh darah di otak pecah dan menumpahkan isinya ke jaringan otak di sekitarnya, sehingga merusak sel otak.
Gejala-gejala
Setiap bagian tubuh dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda-beda, sehingga gejala stroke tergantung pada bagian otak yang terserang dan tingkat kerusakannya. Tanda atau gejala stroke bervariasi pada tiap individu, akan tetapi umumnya muncul secara tiba-tiba. Terdapat tiga gejala utama stroke yang mudah untuk diingat, di antaranya :
o   Speech atau cara bicara, ucapan tidak jelas, kacau, bahkan tidak mampu berbicara sama sekali walaupun pengidap terlihat sadar.
o   Arms atau lengan, individu dengan gejala stroke tidak mampu mengangkat salah satu lengannya sebab mati rasa atau terasa lemas. Tak hanya lengan, tungkai yang satu sisi dengan lengan tersebut juga mengalami kelemahan.
o   Face atau wajah, akan terlihat menurun pada satu sisi serta tidak mampu tersenyum sebab mata atau mulut terkulai.
Selain itu, ada beberapa tanda atau gejala stroke yang lain yang mungkin muncul, yaitu :
o   Penurunan kesadaran.
o   Hilangnya penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan ganda.
o   Mual serta muntah.
o   Gangguan pada keseimbangan serta koordinasi.
o   Sakit kepala hebat yang datang dengan tiba-tiba, disertai vertigo atau pusing berputar dan kaku pada leher.
o   Disfagia atau sulit menelan, sehingga mengakibatkan tersedak.
TIA atau Transient Ischemic Attack, mempunyai tanda atau gejala yang mirip dengan jenis stroke yang lain, akan tetapi Transient Ischemic Attack umumnya hanya berlangsung selama 5 menit. Kondisi ini dikarenakan oleh penurunan asupan darah ke otak akibat gumpalan darah yang menghambat aliran darah ke otak. Transient Ischemic Attack tidak mengakibatkan kerusakan jaringan otak secara permanen serta tanda atau gejalanya tidak berlangsung lama. Walaupun demikian, segera pergi ke dokter guna mencegah serangan stroke serta mengendalikan faktor resikonya.
Faktor-faktor resiko
Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko stroke. Selain stroke, beberapa faktor berikut ini juga bisa meningkatkan resiko serangan jantung, diantaranya :
v  Faktor gaya hidup, yang meliputi :
Mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
Kecanduan alkohol.
Kurang aktivitas fisik atau berolahraga.
Kebiasaan merokok.
v  Faktor kesehatan, yang meliputi :
Kolesterol tinggi.
Sleep apnea.
Kelebihan berat badan atau obesitas.
Pernah mengalami Transient Ischemic Attack atau serangan jantung sebelumnya.
Tekanan darah tinggi.
Penyakit jantung, seperti infeksi jantung, penyakit jantung bawaan, aritmia, atau gagal jantung.
Diabetes.
            Faktor lain yang berhubungan dengan resiko stroke, meliputi :
-          Usia, dengan bertambahnya usia, seseorang mempunyai resiko stroke lebih tinggi dibandingkan individu yang lebih muda.
-          Keturunan, apabila anggota keluarga pernah mengalami stroke, maka resiko terserang stroke juga akan semakin tinggi.
Cara mencegah stroke
Upaya utama untuk mencegah stroke yaitu menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, hindari serta kenali faktor resiko yang ada, dan ikuti anjuran dokter. Cara-cara yang bisa dilakukan guna mencegah stroke, yaitu :
1.      Hentikan kebiasaan merokok, resiko stroke meningkat 2 kali lipat apabila seseorang merokok, sebab rokok mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah menggumpal.
2.      Hindari penggunaan NAPZA, beberapa jenis NAPZA, seperti methamphetamine dan kokain, bisa mengakibatkan mengurangi aliran darah dan penyempitan arteri.
3.      Hindari mengkonsumsi minuman keras, minuman beralkohol mengandung kalori tinggi. Apabila minuman beralkohol dikonsumsi secara berlebihan, maka seseorang rentan terhadap penyakit pemicu stroke, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.
4.      Menjaga pola makan, terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak dan asin bisa meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah serta beresiko menimbulkan tekanan darah tinggi yang bisa memicu terjadinya stroke.
5.      Berolahraga dengan teratur, olahraga dengan teratur bisa membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efektif. Olahraga juga bisa menjaga berat tubuh serta tekanan darah pada tingkat yang sehat dan bisa menurunkan kadar kolesterol.


Sekian artikel ini saya buat apabila ada kekurangannya saya mohon maaf, semoga bermanfaat.