Friday, March 27, 2020

JENIS, PENYEBAB DAN CARA MENCEGAH PENYAKIT KUNING



Tentunya masyarakat Indonesia pada umumnya sudah tidak asing lagi dengan istilah penyakit kuning, penyakit kuning itu sendiri yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan menguningnya kulit, sklera atau bagian putih dari mata, serta membran mukosa hidung dan mulut akibat penumpukan bilirubin di dalam darah dan jaringan-jaringan tubuh lainnya. Tanda atau gejala lainnya dapat berupa urine yang berwarna gelap (keruh) dan tinja yang berwarna pucat. Bilirubin terbentuk pada saat hemoglobin terurai akibat proses pembaruan sel darah merah yang sudah tua atau telah rusak. Sesudah bilirubin terbentuk, zat ini kemudian masuk ke pembuluh darah untuk selanjutnya dibawa ke hati. Di dalam organ ini, bilirubin kemudian bercampur dengan empedu. Bilirubin yang telah bercampur dengan empedu ini lalu dipindahkan ke saluran pencernaan melalui saluran empedu sebelum akhirnya dibuang ke luar tubuh beserta tinja dan urine. Apabila proses tersebut mengalami gangguan serta bilirubin terlambat masuk ke hati atau saluran empedu, maka zat ini akan bertumpuk di dalam darah serta mengendap di kulit sehingga nampaklah gejala penyakit kuning.
Berdasarkan letak terjadinya gangguan tersebut, penyakit kuning dibagi menjadi 3 tiga jenis. Pertama yaitu penyakit kuning pre-hepatic, kedua penyakit kuning intra-hepatic, yang terakhir penyakit kuning post-hepatic. Penyakit kuning sendiri terjadi ketika pembuangan zat bilirubin yang merupakan hasil dari penguraian sel darah merah mengalami gangguan sehingga bertumpuk di dalam darah serta jaringan tubuh.
JENIS-JENIS PENYAKIT KUNING
Penyakit kuning sendiri dibagi menjadi 3 jenis, diantaranya :
·         Penyakit kuning intra-hepatic, terjadi saat hati mengalami kerusakan sehingga kemampuan organ tersebut dalam memproses bilirubin menjadi terganggu. Kerusakan organ ini dapat disebabkan oleh sirosis dan hepatitis. Jenis penyakit kuning yang ini kebanyakan diidap oleh orang-orang yang telah menginjak usia paruh baya.
·         Penyakit kuning post-hepatic, jenis yang terakhir ini terjadi akibat adanya gangguan di dalam saluran empedu sehingga bilirubin tidak sepenuhnya terbuang ke dalam saluran pencernaan. Hal ini dapat disebabkan oleh tumor, pankreatitis, atau batu empedu. Dan jenis penyakit kuning yang terakhir ini kebanyakan diidap oleh orang-orang yang telah menginjak usia paruh baya sama seperti intra-hepatic.
·         Penyakit kuning pre-hepatic, terjadi saat sel darah merah mengurai terlalu cepat sebelum waktunya sehingga kadar bilirubin meningkat pesat. Hal ini dapat diakibatkan oleh penyakit malaria, anemia sel sabit, atau anemia hemolitik. Dan jenis penyakit kuning yang ini dapat diidap oleh semua usia.
BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB
Penyakit ini akan terjadi apabila pembuangan zat bilirubin yang dihasilkan dari penguaraian sel darah merah yang mengalami gangguan sehingga bertumpuk di jaringan tubuh dan di dalam darah kita. Berdasarkan letak terjadinya gangguan tersebut, penyakit kuning terbagi menjadi tiga jenis. Yang pertama yaitu penyakit kuning intra-hepatic. Gangguan ini terletak di dalam hati manusia dan organ tersebut mengalami kerusakan sehingga tidak dapat memproses bilirubin. Beberapa faktor yang membuat hati rusak meliputi :
-          Hepatitis A, B, serta C
-          Penggunaan obat terlarang yaitu ekstasi
-          Obesitas
-          Overdosis paracetamol
-          Sindrom Dubin-johnson
-          Paparan phenol (bahan baku untuk membuat plastic) atau carbon tetrachloride (bahan baku membuat kulkas.
-          Konsumsi minuman keras secara berlebihan
-          Sirosis
-          Leptospirosis
-          Kanker hati
-          Demam kelenjar
Yang kedua yaitu penyakit kuning post-hepatic, gangguan pada keadaan seperti ini terletak di dalam saluran empedu. Dan gangguan ini dapat berupa inflamasi, penyumbatan, atau bahkan kerusakan jaringan. Apabila saluran empedu terganggu, maka proses pemindahan bilirubin ke dalam saluran pencernaan tidak akan berjalan dengan baik. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan saluran empedu antara lain :
-          Infeksi parasit
-          Kanker, pancreas
-          Kolangitis sklerotikprimer atau disebut juga kelainan autoimun yang menyebabkan pembengkakan saluran empedu yang berada di dalam jaringan hati
-          Kanker kandung empedu
-          Pankreatitis
-          Batu empedu
-          Cholangitis
-          Kanker saluran empedu
Yang ketiga yaitu penyakit kuning pre-hapatic, gangguan pada keadaan ini terletak pada sel darah merah yang mengalami penguraian terlalu cepat dan mengakibatkan kadar bilirubin meningkat pesat. Tingginya kada bilirubin di dalam aliran darah nengakibatkan organ hati kewalahan melakukan metabolisme sehingga muncullah gejala penyakit kuning tersebut. Beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan sel darah merah terurai terlalu cepat antara lain yaitu:
-          Sferositosis turunan
-          Malaria
-          Anemia sel sabit
-          Defisiensi enzim glukosa-6-fosfat dehydrogenase
-          Anemia hemolitik
-          Talasemia
-          Sindrom Crigler-Najjar
CARA MENCEGAH PENYAKIT KUNING
Cara-cara mencegah penyakit kuning tidak semuanya dapat diuraikan secara spesifik mengingat banyak sekali factor penyebabnya. Akan tetapi beberapa kiat-kiat yang mungkin dapat dilakukan untuk mencegahnya yaitu :
v  Membatasi konsumsi minuman beralkohol sebab zat ini dapat menyebabkn sirois serta pankreatitis.
v  Menghindari paparan zat kimia yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati.
v  Menjaga kadar kolesterol dalam tubuh supaya tetap dalam batas normal
v  Tidak mengkonsumsi obat secara sembarangan agar terhindar dari kerusakan hati.
v  Tidak merokok.
v  Melakukan vaksinasi hepatitis A dan B.
v  Membawa obat-obatan pereda malaria apabila ingin melakukan perjalanan ke daerah yang rawan kondisi tersebut.
v  Menghindari penggunaan jarum suntik secara sembarangan.
v  Selalu mengkonsumsi makanan atau minuman yang bersih agar terhindar dari hepatitis A.
v  Menjaga berat badan tetap pada batasan yang sehat.
v  Selalu menggunakan kondom pada saat berhubungan seksual agar tidak tertular hepatitis B, terutama hepatitis C yang belum ada vaksinnya.


Sekian artikel ini saya buat dengan segala referensinya semoga bermanfaat.



Thursday, March 26, 2020

GEJALA, PENYEBAB, DAN PENCEGAHAN VIRUS CORONA ATAU COVID-19




DEFINISI
Dewasa ini dunia sedang dilanda sebuah wabah virus Corona atau disebut juga  COVID-19, virus yang masih subfamily dengan Orthocoronavirine dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales. Kelompok virus ini yang bias mengakibatkan penyakit pada burung dan mamalia (ternasuk manusia). Pada manusia, Corona virus mengakibatkan infeksi pernapasan yang umumnya ringan seperti pilek, walaupun beberapa bentuk penyakit seperti MERS, SARS dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. virus Corona mempunyai satu rantai RNA sehingga kerap disebut virus RNA. bentuk virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan MERS ini sama persis mahkota. Bentuk mahkota ditandai protein S berupa sepatu yang tersebar di sekeliling permukaan virus. Virus jenis ini lebih cepat bermutasi disbanding DNAhingga satu juta kali. Virus ini diperkirakan berasal dari hewan dan dapat menular dari hewan ke manusia serta dari manusia ke manusia. Penularan antar manusia kemungkinan besar melalui percikan dahak ketika bersin atau batuk. Wuhan, China adalah lokasi atau titik awal ditemukannya kasus virus Corona atau COVID-19 dan terus menyebar diantara penduduknya hingga ke Negara lain.
BEBERAPA GEJALA
Manusia yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19 biasanya mengalami gejala flu biasa, mulai dari batuk, pusing, hidung berair, sakit tenggorokan, dan demam. Akan tetapi gejala ini juga bervariasi terhadap setiap manusia. Pada sebagian orang mengaku tidak merasakan gejala apa-apa. Sementara pada orang lain dapat merasakan keluhan yang parah seperti sesak napas, sakit dada, hingga batuk berdarah. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat tiga gejala utama dari infeksi COVID-19 diantaranya adalah napas yang memendek, batuk, dan demam. Keadaan tersebut umumnya akan muncul dalam jangka waktu dua hingga empat belas hari setelah terinfeksi. Akan tetapi secara umum ada tiga gejala umum yang bis menandakan seseorang terinfeksi virus Corona atau COVID-19 diantaranya :
— Batuk
— Sesak napas
— Demam ( suhu tubuh di atas 38℃elcius)
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu dua hari hingga dua minggu sesudah terinfeksi virus Corona.
PENYEBAB-PENYEBAB
Infeksi COVID-19 disebabkan oleh Coronavirus, kelompok virus yang menginfeksi system pernapasan. Pada sebagian besar kasus, Coronavirus hanya mengakibatkan infeksi pernapasan ringan hingga sedang, contohnya flu. Namun, virus Corona juga dapat mengakibatkan infeksi pernapasan serius, contohnya Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Pneumonia. Seseorang bias tertular virus Corona melalui beberapa cara, diantaranya :
Ü  Memegang mulut atau hidung tanpa cuci tangan terlebih dahulu sesudah menyentuh benda terkena cipratan air liur pengidap Corona
Ü  Kontak langsung jarak dekat dengan pengidap Corona, misalnya berjabat tangan atau bersentuhan
Ü  Tanpa sengaja menghirup percikan ludah dari batuk atau bersin pengidap Corona
Virus Corona atau COVID-19 bisa menginfeksi siapa saja, namun efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal apabila terjadi kepada orang yang sedang sakit, orang lansia, orang dengan imun tubuh lemah, atau ibu hamil.
UPAYA-UPAYA PENCEGAHAN
1.      Terapkan social distancing
Menjaga jarak saat kontak dengan orang yang batuk atau bersin minimal satu meter, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari mulut atau hidung mereka yang memiliki kemungkinan mengandung virus. Apabila terlalu dekat, anda dapat menghirup tetesan air yang mungkin saja mengandung COVID-19.
2.      Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan virus Corona
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan sebarkan oleh beberapa hewan reptil serta mamalia. Oleh sebab itu, hindari kontak dengan beberapa hewan tersebut
3.      Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar yaitu cara paling sederhana akan tetapi sangat efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19. Cucilah tangan menggunakan sabun dengan air mengalir sekitar 20 detik. Dan pastikan semua bagian tangan anda tercuci sampai bersih, seperti sela-sela jari, kuku, punggung tangan, pergelangan tangan, sesudah itu dilap pake kain atau handuk yang bersih. Cucilah tangan anda sebelum dan sesudah makan,setelah bersin atau batuk, setelah membuang sampah, sesudah menggunakan toilet,mdan setelah menyentuh hewan.
4.      Selalu menjaga Imun atau daya tahan tubuh
Imun tubuh yang kuat merupaka salah satu upaya mencegah terinfeksi COVID-19. Untuk meningkatkan serta menjaga daya tahan tubuh, sebaiknya anda konsumsi buah-buahan dan sayuran, serta makanan yang berprotein contohnya daging tanpa lemak, telur, dan ikan. Dan dianjurkan mengkonsumsi suplemen dengan anjuran dokter. Selain itu terapkalah pola hidup sehat dengan tidur yang cukup, tidak mengkonsumsi miras, tidak merokok, serta rutin berolahraga.

Oleh sebab itu, sangat penting melakukan usaha preventif guna melindungi diri dari infeksi virus tersebut. Usaha preventif harus dilakukan dari berbagai lapisan usia, walaupun memiliki daya tahan tubuh yang baik. Segeralah pergi ke dokter atau pusat kesehatan apabila anda mulai merasakan gejala-gejala tersebut diatas guna memastikan kondisi anda. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Sekian artikel ini saya buat, apabila ada kurangnya saya mohon maaf