Friday, April 27, 2018

PENYEBAB, GEJALA, DAN CARA MENCEGAH CAMPAK



Penyakit campak yaitu infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Penyakit campak bisa sangat mengganggu serta mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Ruam atau bercak berwarna merah kecokelatan akan muncul di kulit sesudah beberapa hari infeksi virus.urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, pengidap campak juga berpotensi mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher. Penyakit ini disebut juga rubeola atau campak merah. Sebaiknya anda segera pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat apabila mencurigai anda atau keluarga anda menderita campak.
Penyebab campak
Penyakit campak disebabkan oleh virus yang sangat menular. Penularan bisa terjadi apabila menghirup droplet air di udara yang mengandung virus dari pengidap, atau menyentuh barang yang terkontaminasi virus.
Beberapa faktor peningkat resiko seseorang terkena campak, diantaranya :
·         Kurang vitamin A.
·         Belum divaksinasi, apabila anda belum pernah divaksin campak, anda beresiko untuk menderita campak.
·         Bepergian ke luar negeri, apabila anda bepergian ke luar negeri dimana campak sering terjadi, anda lebih beresiko terserang campak.
Meski tidak mempunyai faktor resiko bukan berarti anda tidak bisa terserang penyakit ini, faktor ini hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter anda untuk informasi lebih lanjutnya.
Gejala-gejala penyakit campak
Munculnya gejala awal penyakit campak terjadi sekitar 1 sampai 2 minggu setelah tertular virus. Gejala tersebut akan menghilang lebih kurang sekitar 2 minggu setelahnya.
Di bawah ini merupakan gejala-gejala awal yang akan dialami oleh pengidap campak, diantaranya :
§  Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut serta tenggorokan.
§  Muntah-muntah.
§  Mata merah, bengkak, dan sensitif terhadap cahaya.
§  Demam tinggi.
§  Tidak bersemangat serta kehilangan nafsu makan.
§  Diare.
§  Nyeri.
§  Lemas serta letih.
§  Tanda-tanda menyerupai pilek, misalnya sakit tenggorokan, batuk kering, dan hidung beringus.
§  Ruam campak muncul paling lambat 4 hari setelah gejala pertama muncul, dan bertahan sekitar 7 hari. Awalnya akan muncul dari belakang telinga, kemudian menyebar ke kepala serta leher, hingga akhirnya ke seluruh tubuh. Bercak-bercak yang sebelumnya berukuran kecil akan membesar secara cepat, hingga akhirnya menyatu.
Komplikasi penyakit campak
Walaupun jarang terjadi, campak dapat saja menyebabkan komplikasi yang cukup serius. Bayi dan anak-anak dengan gizi buruk menjadi kelompok yang paling rentan tertular penyakit campak. Selain mereka, orang-orang dengan kebelan tubuh yang rendah misalkan pengidap kanker yang menjalani kemoterapi, pengidap AIDS, maupun pengidap penyakit kronis dan ibu hamil juga rentan tertular campak.
Berikut ini merupakan komplikasi penyakit campak yang dapat terjadi diantaranya :
-          Infeksi telinga bagian tengah.
-          Radang pita suara.
-          Kejang-kejang akibat demam.
-          Dehidrasi.
-          Infeksi mata.
-          Infeksi saluran pernapasan dan paru-paru misalkan pneumonia dan bronkitis.
Sedangkan untuk komplikasi penyakit campak yang jarang terjadi diantaranya :
-          Mata juling akibat dampak virus pada saraf serta otot dari mata.
-          Masalah kehamilan misalkan keguguran, melahirkan bayi dengan berat badan rendah, atau bayi prematur.
-          Meningitis atau radang selaput otak dan saraf tulang belakang.
-          Trombositopenia atau penurunan jumlah platelet yang berfungsi membekukan darah.
-          Masalah pada sistem saraf dan jantung.
-          Ensefalitis (infeksi otak).
-          Infeksi hati atau hepatitis.
-          Inflamasi saraf mata atau Optik neuritis yang dapat mengakibatkan buta permanen.
Cara mencegah penyakit campak
Cara terbaik mencegah supaya tidak terserang campak yaitu dengan imunisasi sejak kecil. Ada 2 pilihan vaksinasi penyakit campak. Yang pertama yaitu vaksin khusus campak yang dimasukan oleh pemerintah ke dalam program imunisasi wajib. Vaksini ini diberikan pada usia  sembilan bulan, dua tahun, dan enam tahun. Jenis vaksin yang kedua yaitu MMR yang merupakan vaksin gabungan untuk penyakit campak, gondongan, serta campak jerman. Vaksin ini diberikan pada usia dua belas sampai tiga belas bulan dan pada usia tiga sampai lima tahun. Kedua jenis vaksinasi penyakit campak tersebut di atas tidak direkomendasikan untuk perempuan hamil yang belum terlindung dari penyakit campak. Akan tetapi untuk perempuan yang ingin hamil dan belum pernah terkena campak, dia dapat diberi vaksinasi penyakit campak. Penyakit campak sangat mudah menular. Apabila anda mengidap campak, hindari pusat keramaian setidaknya 4 hari sesudah kemunculan ruam campak untuk pertama kalinya. Hal ini penting dilakukan supaya tidak terjadi penyebaran infeksi kepada orang lain. Hindari kontak langsung dengan orang-orang yang rentan terhadap infeksi virus ini seperti balita, anak kecil, serta perempuan hamil.
Pergi ke dokter untuk memperoleh informasi lebih lengkap tentang campak serta dampaknya pada perempuan hamil.

Sekian artikel ini saya buat jika ada kekurangannya saya mohon maaf.

Wednesday, April 25, 2018

PENYEBAB, GEJALA, DAN CARA MENCEGAH TIPES (TIFUS)



Tipes (tifus) atau demam tifoid yaitu penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri salmonella typhi dan biasanya menyebar melalui makanan  serta minuman yang telah terkontaminasi. Tipes (tifus) adalah salah satu jenis penyakit yang banyak terjadi di negara-negara berkembang serta dialami oleh anak-anak dan bisa membahayakan nyawa apabila tidak ditangani dengan baik dan secepatnya. Tipes (tifus) bisa menular dengan cepat. Infeksi demam tifoid terjadi saat seseorang mengkonsumsi minuman atau makanan yang telah terkontaminasi sejumlah kecil tinja yang mengandung bakteri. Pada kasus yang jarang terjadi, penularan terjadi akibat terkena urine yang telah terinfeksi bakteri.
Penyebab-penyebab tipes (tifus)
Jenis bakteri penyebab tipes (tifus) yaitu salmonella typhi, dan masuk ke usus melalui minuman atau makanan yang telah terkontaminasi untuk kemudian berkembang biak di dalam saluran cerna. Sembelit, sakit perut, diare, atau demam tinggi akan muncul pada saat bakteri ini telah berkembang biak. Bakteri ini berkaitan, akan tetapi tidak sama dengan bakteri salmonella yang mengakibatkan seseorang keracunan makanan. Sanitasi yang buruk merupakan penyebab utama penularan. Tinja yang mengandung bakteri salmonella typhi adalah sumber utama penularan tipes (tifus). Tinja ini diproduksi oleh orang yang lebih dulu sudah terinfeksi. Di Indonesia sendiri persebaran bakteri salmonella typhi biasanya terjadi melalui konsumsi air yang terkontaminasi tinja yang terinfeksi tersebut. Dampak yang sama terjadi pada makanan yang dicuci dengan air yang terkontaminasi. Dan kondisi ini dikarenakan oleh sanitasi yang buruk serta akses memperoleh air bersih. Bakteri ini juga bisa menyebar apabila orang yang sudah terinfeksi bakteri tidak mencuci tangan sebelum menyentuh atau mengolah makanan. Penyebaran bakteri terjadi saat ada orang lain yang menyantap makanan yang tersentuh tangan penderita. Orang yang menyantap makanan olahan penderita juga akan terinfeksi apabila pengolah tidak mencuci tangannya sesudah buang air kecil sebab penularan juga bisa terjadi dari urine penderita walaupun cara ini memang lebih jarang terjadi.
Di bawah ini adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab penyebaran tipes (tifus) diantaranya :
  •  Melakukan seks oral dengan pembawa bakteri salmonella typhi.
  •  Menggunakan toilet yang terkontaminasi bakteri, anada akan terinfeksi apabila menyentuh mulut sebelum mencuci tangan sesudah buang air.
  •   Mengkonsumsi seafood dari air yang terkontaminasi urine dan tinja yang terinfeksi.
  •  Mengkonsumsi produk susu yang telah terkontaminasi .
  •   Mengkonsumsi sayur-sayuran yang menggunakan pupuk yang terdiri dari kotoran manusia yang terinfeksi.
Gejala-gejala tipes (tifus)
Masa inkubasi bakteri penyebab tipes (tifus) umumnya yaitu tujuh sampai empat belas hari, tetapi juga dapat lebih pendek, yaitu 3 hari atau bahkan tiga puluh hari. Ini merupakan durasi antara bakteri pertama memasuki jaringan tubuh hingga gejala pertama timbul.
Di bawah ini merupakan gejala-gejala yang umum terjadi begitu anda terinfeksi, diantaranya :
·         Penurunan berat badan.
·         Muncul ruam pada kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda.
·         Demam yang bisa meningkat secara bertahap tiap hari di minggu pertama. Dan demam biasanya meninggi saat malam hari.
·         Kehilangan selera makan.
·         Kelelahan serta lemas.
·         Otot terasa sakit.
·         Linglung, merasa tidak tahu sedang berada di mana dan apa yang sedang terjadi di sekitarnya.
·         Sakit perut.
·         Merasa sakit atau tidak enak.
·         Sakit kepala
·         Berkeringat.
·         Pada anak-anak sering mengalami diare, sementara orang dewasa cenderung mengalami konstipasi.
·         Pembesaran ginjal dan hati.
·         Batuk kering.
Apabila tidak segera ditangani maka akan muncul gejala lainnya, seperti mengigau dan berbaring kelelahan tanpa gerakan dengan mata setengah tertutup, sampai komplikasi yang membahayakan nyawa. Pada sebagian kasus, gejala bisa kembali muncul 2 minggu sesudah demam mereda. Dan jika tidak segera diobati, salmonella typhi akan menyebar ke seluruh tubuh dengan memasuki pembuluh darah. Gejala-gejala tipes (tifus) akan memburuk apabila bakteri telah menyebar ke luar sistem pencernaan. Selain itu, bakteri yang menyebar bisa merusak organ serta jaringan dan mengakibatkan komplikasi yang serius. Dan kondisi yang paling umum terjadi yaitu usus bocor atau pendarahan internal.
Cara mencegah agar tidak terserang tipes (tifus)
Vaksinasi tipes (tifus) di Indonesia termasuk dalam jadwal imunisasi anak. Vaksinasi ini sangat dianjurkan untuk diberikan pada anak berumur 2 tahun untuk selanjutnya diulangi setiap 3 tahun sekali. Pemberian vaksin juga idealnya diberikan satu bulan sebelum anda berkunjung ke tempat yang merupakan enemi tipes (tifus). Walaupun demikian, pemberian vaksin tifoid tidak membuat seseorang yang divaksin menjadi 100% kebal terhadap bakteri ini. Resiko menjadi tetap ada, walaupun gejalanya tidak akan separah yang terjadi pada seseorag yang belum divaksin. Dan untuk mencegah penyakit ini, vaksinasi tipes (tifus) harus dipadukan dengan perbaikan sanitasi serta penyediaan air bersih, dan kebiasaan hidup sehat. Lakukanlah beberapa hal di bawah ini untuk menghindari resiko tertular tipes (tifus), diantaranya :
1.      Apabila anda akan bepergian ke tempat yang mempunyai kasus penyebaran tipes (tifus), sebaiknya pastikan air yang akan  diminum sudah direbus dengan baik terlebih dahulu. Apabila harus membeli minuman, sebaiknya minum air dalam kemasan.
2.      Hindari mengkonsumsi susu yang tidak terpasteurisasi.
3.      Cuci tangan sebelum serta setelah mengolah makanan dan minuman, serta sesudah buang air atau membersihkan kotoran, misalkan ketika mencuci popok kain. Gunakan hand-sanitizer apabila tidak tersedia air untuk mencuci tangan.
4.      Bersihkan toilet secara teratur.
5.      Hindari bertukar barang pribadi seperti sprei, alat mandi, dan handuk. Cucilah benda-benda tersebut secara terpisah di dalam air hangat.
6.      Hindari es batu dalam minuman anda, dan juga sebaiknya hindari membeli serta mengkonsumsi es krim yang dijual di pinggir jalan.
7.      Minimalkan mengkonsumsi makanan yang dijual di pinggir jalan karena mudah terpapar bakteri.
8.      Hindari mengkonsumsi buah dan sayuran mentah, kecuali anda mengupas atau mencucinya sendiri dengan air bersih.
9.      Batasi mengkonsumsi makanan seafood terutama yang belum dimasak.
10.  Sebaiknya gunakan  air matang untuk berkumur atau menggosok gigi, terutama apabila anda sedang berada di tempat yang tidak dijamin kebersihan airnya.

Sekian artikel ini saya buat apabila terdapat kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf.

Tuesday, April 24, 2018

PENYEBAB, GEJALA, KOMPLIKASI, DAN CARA MENCEGAH HEPATITIS A



Hepatitis A adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitus tipe A serta menjangkit sel-sel hati manusia. Dan sebagian besar pengidap hepatitis A yaitu anak-anak. Tidak seperti 2 jenis hepatitis lainnya yaitu hepatitis B serta hepatitis C, infeksi akibat hepatitis A tidak mengakibatkan gangguan hati kronis (jangka panjang), dan jarang berakibat fatal. Akan tetapi hepatitis A bisa mengakibatkan munculnya gejala kerusakan hati akut, yang mana cukup berbahaya serta berpotensi mengancam nyawa.
Penyebab-penyebab
Penyebab hepatitis A adalah virus hepatitis A yang bisa menyebar dengan sangat mudah. Sebagian besar kasus hepatitis A di Indonesia dikarenakan oleh konsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh tinja pengidap hepatitis A akibat kebersihan yang kurang terjaga. Maka penting untuk kita, khususnya anak-anak, untuk selalu teratur mencuci tangan serta tidak jajan di tempat yang kebersihannya diragukan.
Faktor-faktor resiko yang bisa meningkatkan penyebaran virus  hepatitis A, diantaranya :
·         Kontak langsung dengan penderita, misalkan karena hidup serumah.
·         Berhubungan seks dengan penderita, terutama seks anal.
·         Sanitasi yang buruk.
·         Berhubungan seks antar lelaki.
·         Mengkonsumsi makanan mentah.
·         Kurangnya ketersediaan air bersih.
·         Bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran, misalkan selokan.
·         Memakai serta berbagi jarum suntik.
Gejala-gejala
Gejala awal yang bisa muncul pada penyakit hepatitis A ialah mual-mual, muntah, kehilangan selera makan, nyeri pada otot dan sendi, pusing, diare, kelelahan, dan sakit tenggorokan. Pada saat hati anda mulai terserang., ada beberapa gejala yang muncul, yaitu tinja berwarna kuning pucat, pembengkakan hati yang terasa sakit apabila perut kanan atas ditekan, urin berwarna gelap, dan sakit kuning. Perlu diketahui bahwa penderita hepatitis A akan menampakkan gejala. Oleh sebab itu, penyakit ini  kadang sulit disadari. Pada umumnya masa inkubasi virus atau masa sejak masuknya virus sampai gejala muncul berlangsung sekitar 2 minggu sampai 1 bulan. Anak-anak penderita hepatitis A yang berumur dibawah 6 tahun cenderung tidak menunjukkan gejala. Dan Cuma 1 dari 10 yang mengalami sakit kuning. Sedangkan pada remaja dan orang dewasa, hepatitis A biasanya mengakibatkan gejala yang lebih parah serta sekitar 70% diantaranya akan mengalami sakit kuning.
Komplikasi-komplikasi
Berbeda dengan hepatitis B serta C, infeksi hepatitis A biasanya tidak mengakibatkan penyakit hati kronis atau jangka panjang serta jarang yang berakibat fatal. Namun beberapa kelompok orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, orang yang telah mengidap penyakit hati sebelum terinfeksi hepatitis A, manula, dan orang dengan sistem imun tubuh  yang menurun seperti pengidap HIV akan lebih rentan untuk mengalami komplikasi.
Dan dibawah ini merupakan komplikasi yang dapat terjadi diantaranya :
Ø  Resiko kambuhnya infeksi, infeksi hepatitis A terkadang bisa datang kembali. Kambuhnya penyakit ini dapat terjadi lebih dari 1 kali sesudah infeksi pertama.
Ø  Resiko mengalami kolestasis, kolestasis umumnya terjadi pada penderita hepatitis A yang berumur lebih tua. Kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Komplikasi ini terjadi pada saat cairan empedu menumpuk di dalam hati. Gejalanya meliputi sakit kuning yang tidak kunjung sembuh, demam, diare, dan penurunan berat badan.
Ø  Resiko mengalami gagal hati, komplikasi ini terjadi saat fungsi hati menurun drastis. Gagal hati bisa mengakibatkan penderitanya mengalami mudah mengantuk, muntah-muntah parah, gangguan konsentrasi, penurunan konsentrasi dan daya ingat, serta rentan pendarahan. Apabila tidak segera diobati, gagal hati dapat mengakibatkan kematian bagi pengidapnya.
Cara mencegah
Cara mencegah hepatitis A yang paling utama yaitu dengan menjaga kebersihan. Hal ini bisa dilakukan dengan langkah-langkah mudah contohnya dengan cara dibawah ini :
1.      Hindari jajan di pedagang kaki lima yang kebersihannya kurang terjaga.
2.      Jangan berbagi barang-barang pribadi seperti handuk atau sikat gigi.
3.      Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, contohnya sebelum mengolah makanan, setelah ke toilet, dan sebelum makan.
4.      Hindari mengkonsumsi makanan mentah yang berasal dari perairan yang terkontaminasi, misalnya tiram.
5.      Selalu merebus air sampai mendidih dan selalu memasak makanan sampai matang.
6.      Jangan saling meminjamkan peralatan makanan.
Cara mencegah infeksi hepatitis A juga bisa dicegah melalui vaksinasi yang dilakukan sebanyak 2 kali dengan selang waktu enam sampai dua belas bulan. Vaksin ini dianjurkan untuk mereka yang beresiko tinggi terserang penyakit ini, misalkan orang yang sering menggunakan jarum suntik seperti pengguna obat-obatan terlarang, lelaki yang berhubungan seks dengan sesama lelaki, orang yang bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran seperti selokan, dan penderita penyakit hati kronis. Di Indonesia, vaksin ini tidak termasuk ke dalam imunisasi wajib. Namun sudah tersedia serta dapat diberikan mulai dari umur dua sampai delapan belas tahun sebanyak 2 kali dengan selang waktu enam sampai dua belas bulan.


Sekian artikel ini saya buat jika ada kekurangannya saya mohon maaf.